Sabtu, 09 Februari 2013

tentang angka dua dan tiga


foto ini diambil pada tanggal 10 Februari tahun 1994. hari itu adalah hari ulang tahun saya. dan kami sekeluarga merayakannya dengan satu kue berukuran besar dan lilin angka 4 diatas nya, dan beberapa hadiah dari ayah ibu saya, juga dari para sepupu saya yang sengaja datang kerumah memberi selamat. ibu hanya sebentar ada disana. memberikan kado kecil yang ternyata adalah sebuah puzzle berwarna-warni yang teramat sangat saya sukai, mengecup kedua pipi dan kening saya, lalu terburu-buru pergi kerumah sakit. saat itu ibu saya sedang hamil besar, dan dua hari setelah tanggal 10 Februari, beliau melahirkan adik saya.  
ketika saya masih kecil, hal-hal yang paling bisa membuat saya berbahagia pada hari ulang tahun saya, adalah benda-benda beranekaragam dengan bungkusan berwarna-warni yang sering kita sebut kado ulang tahun. 

tanggal 10 Februari tahun 2003. saya adalah seorang remaja yang baru menginjak kelas 2 SMP, dan baru mengerti arti cinta. pada saat itu seorang laki-laki yang saya sukai menyatakan cintanya. kami berdua masih anak-anak yang saling jatuh cinta pada pandangan pertama dan belum mengerti isi lebih dalam dari cinta itu sendiri. bagi kami cinta itu adalah degup jantung yang keras ketika kami bertemu secara tidak sengaja di kantin sekolah, perasaan aneh setiap malam ketika kami ingat satu sama lain, perasaan rindu yang tiba-tiba terasa ketika liburan panjang sekolah tiba, dan perasaan hangat ketika mata kami berdua bertemu saat berbicara satu sama lain. pada tanggal ini juga saya merasakan cinta pertama. 
tanggal 10 Februari 2006, saya merayakan hari ulang tahun saya dengan makan pizza seharian dengan kekasih saya pada saat itu. hari yang biasa dengan tambahan boneka teddy bear berwarna merah muda, sebuah foto dengan frame berwarna merah muda, pizza dan bioskop, itu saja. 
tanggal 10 Februari tahun 2009, malam-malam saya dapat hadiah kucing persia dari kekasih saya pada saat itu. dan siangnya, kami pun menikmati hari bersama-sama. 
tanggal 10 Februari 2012, saya menghabiskan banyak waktu saya di sebuah organisasi internasional dan mempunyai jabatan yang cukup tinggi disana. sering sekali saya meeting sampai malam. dan menit-menit pertama di tanggal tersebut, saya berada di mobil kekasih saya yang sengaja menjemput saya meeting dari kantor. dia mengajak saya makan pagi kala itu, dan memberikan 1 album musik karya saya dan dia. 
ketika waktu berjalan dan membawa saya pada fase tertentu dalam kehidupan, hal yang paling saya nantikan pada saat saya ulang tahun, adalah kebahagiaan yang dapat saya bagikan dengan orang yang saya cintai. 

tanggal 10 Februari tahun 2007, saya tiba-tiba dipanggil kedepan kelas ketika guru fisika saya sedang menjelaskan sesuatu tentang arus listrik. saat itu suasana kelas agak aneh, karena teman-teman laki-laki saya tiba-tiba tanpa henti mengajak saya bercanda sehingga saya tidak memerhatikan guru itu sama sekali. guru fisika saya menyuruh saya menyelesaikan satu soal fisika dipapan tulis. jujur saya belum pernah melihat soal fisika seperti itu, dan saya sama sekali tidak bisa menjawabnya. setiap kepala dikelas saat itu menatap dengan nyinyir kearah saya karena saat itu harusnya waktu istirahat sudah tiba tetapi kelas akan ditahan sampai saya bisa menyelesaikan soal itu. guru fisika saya marah-marah, sampai membanting penggaris kayu yang besar kedepan muka saya. saya ingin menangis, tetapi saya malu. akhirnya saya menahan diri saya dan hanya bisa menunduk. setelah 10 menit saya berdiri didepan kelas dengan kepala yang ditundukan dengan dalam, dan rasa malu yang membakar muka saya, saya dipersilahkan duduk. saya berjalan dengan lemas menuju bangku saya. saat itulah seluruh kelas menyanyikan lagu ulang tahun dengan keras. mereka menghampiri saya dibangku yang terkulai lemas saking bahagianya. saya menangis. keras sekali. guru fisika saya menghampiri saya dan bilang kalau soal fisika itu memang tidak ada jawabannya. saya menangis semakin keras. 
tanggal 10 Februari 2010, saya mendapatkan kejutan yang membuat saya luar biasa bahagianya. saat itu saya sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata di sebuah kota kecil bagian barat kota Bandung, yaitu kota Subang. hari berjalan dengan biasa saja, tanpa ada tanda, tanpa ada berita, tanpa apapun. 25 hari sudah saya tinggal didesa terpencil, dan saya merasa akan sangat mustahil bagi saya untuk merayakan ulang tahun saya dengan orang yang saya sayangi. tiba-tiba, ketika saya hendak pergi kekamar untuk tidur siang, teman-teman saya menyeret saya keluar halaman, dan mengikat saya pada pohon rambutan yang ada didepan rumah. saya hanya bisa pasrah, dan bahagia tentunya. mereka menyiram saya dengan air dari comberan, dicampur dengan terigu, juga telur. pandangan saya kabur, sampai akhirnya saya menyadari bahwa didepan saya ada kekasih saya yang datang dari luar kota dengan sebuah kue dengan lilin angka 20 diatasnya. saya sangatlah bahagia.
pada masa-masa tertentu dalam hidup saya, sebuah kejutan adalah hal yang dinantikan setiap tanggal 10 Februari.


tanggal 10 Februari tahun 2013 ini, ketika usia saya menginjak 23 tahun, saya tidak menginginkan benda-benda yang terbungkus oleh kertas berwarna-warni. saya juga tidak menantikan hari ini untuk berbagi kebahagian dengan orang yang special. karena memang saya tidak punya pacar. dan itu pilihan saya. seiring berjalannya waktu dan kalian tumbuh menjadi dewasa, segala sesuatunya bisa berubah dengan cepat. termasuk perasaan. pun saya tidak menginginkan kejutan. karena kehidupan sudah cukup membuat saya terkejut.

tanggal 10 Februari tahun 2013. yaitu hari ini. saya menghabiskan waktu saya di sebuah coffee shop di Jakarta dengan kedua teman saya. saya sadar, pada fase kehidupan sekarang ini, saya sedang mengalami quarter-life crisis. ketika ritme sebuah kehidupan berlari sangat kencang sampai terkadang saya kehabisan nafas untuk mengejarnya. ketika sebuah impian yang lama diam disalah satu bagian otak saya akhirnya harus menghilang tanpa jejak. ketika hari-hari berjalan dengan tantangan yang berganti-ganti dan saya harus selalu bersusah payah untuk berdiri kembali setelah jatuh, sendirian. ketika saya tinggal jauh dari orang tua saya, untuk bekerja di ibu kota yang keras sekeras batu. kami bertiga berbicara hal yang sama. tentang corporate culture yang sedang menjebak kita kedalam suatu kehidupan yang statis. tentang value yang selalu diagung-agungkan tetapi bentuknya tidak kelihatan sekarang. tentang kehidupan yang teramat sangat dewasa yang kami sendiri tidak yakin bisa mengikutinya dan tidak yakin apakah kami sudah cukup dewasa untuk menjadi bagiannya. dan segala macam hal lainnya yang tidak bisa habis untuk dibicarakan. 

bagaimana saya mengawali hari ulang tahun saya di usia 23 tahun ini?. saya mulai hari ulang tahun saya ini dengan solat isya yang berbeda dari solat isya lainnya. inilah kali pertamanya saya menangis dalam solat. inilah kali pertama saya meminta kepada Tuhan dengan sepenuh hati. saya bilang pada Tuhan, saya tidak akan bisa menghadapi semua ini tanpa perlindungan Dia. saya tidak bisa bertahan pada bidang yang curam ini tanpa pertolongan Dia. saya meminta Dia untuk tidak akan pergi kemana-mana dan selalu berada dengan saya. saya tau Tuhan mendengar dan saya tau Tuhan selalu ada disana, mendengarkan, menenangkan. 

saya harap saya sedikit mendengar ucapan 'selamat' dan lebih banyak mendengar ucapan 'semoga' dihari ulang tahun saya yang ke 23. ya, angka dua dan tiga akan menjadi sebuah judul sepanjang tahun 2013 ini dengan sebuah keyakinan yang kuat, bahwa pada akhirnya, semua akan menjadi baik-baik saja.

Tidak ada komentar: